DATA BMKG 13 November 2019

Mengenal Komunitas Skateboard Banda Aceh

Mengenal Komunitas Skateboard Banda Aceh

Komunitas Skateboard Banda Aceh | FOTO:HABADAILY.COM/IST

HABADAILY.COM - Kematangan skill dalam permainan skateboard terus berkembang setiap tahunnya, sehingga latihan dengan teknik yang benar sangat diperlukan. Ini pula yang ditekuni para anggota Banda Aceh Skateboard.

Saban sore, puluhan remaja berkumpul di Tugu Taman Ratu Safiatuddin, Jalan Teuku Nyak Arief, Lampriet, Banda Aceh. Lokasi yang berada persis di depan Masjid Al Makmur (Masjid Oman) Lampriet ini sudah lama menjadi arena latihan skateboard.

Dengan papan skate di tangan, para remaja yang tergabung dalam Komunitas Banda Aceh Skateboard siap untuk berlatih. Lalu, satu persatu mereka memperlihatkan kelincahannya bermain skateboard.

Berdiri di atas papan beroda empat itu, mereka berseluncur melompati anak tangga dan memutar-memutar di seputaran tugu tersebut. Tak jarang, mereka mempraktekkan aksi berpendar di udara gerakan salto dengan papan skate yang tidak terlepas di kaki.

“Lokasi (Tugu Taman Ratu Safiatuddin) ini menjadi pilihan para atlet skateboard Banda Aceh untuk latihan, karena belum adanya arena lain yang lebih layak,” sebut Dicky Zulma, salah seorang pendiri Komunitas Banda Aceh Skateboard.
 
Padahal, menurut dia, komunitas tersebut sudah terbentuk sejak tahun 2005. Namun, hingga sekarang belum bisa menikmati keseruan latihan di skatepark arena bermain skateboard yang layak. Karena itu, para anggota Banda Aceh.

Skateboard rutin melaksanakan latihan setiap hari dengan memanfaatkan fasilitas di Tugu Taman Ratu Safiatuddin.

“Walaupun sarananya kurang mendukung, kita tetap lakukan latihan. Paling tidak, sekedar untuk asah kemampuan yang telah kami miliki,” kata Dicky. 

Karena fasilitasnya tidak mendukung, tak jarang mereka juga bermain skateboard di jalan raya. “Walaupun itu berbahaya, namun tetap dilakoni demi menguji nyali dan keterampilan yang sudah dimilikinya,” ungkapnya.

Namun, menurut Dicky, hanya pemain yang sudah professional yang dibolehkan bermain skateboard di jalan raya. “Yang belum mampu atau yang masih belajar, ya tetap kita larang,” ujarnya. 

Bahkan, pada bulan Juni lalu, puluhan atlet skateboard dari seluruh Aceh memperlihatkan ketangkasan mereka bermain skateboard di jalan raya. Kegiatan tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi sesama atlet olahraga ekstrim tersebut yang tersebar di seluruh Aceh.

Olahraga ini dalam beberapa tahun terakhir memang banyak diminati anak muda di Aceh. Bahkan, kabarnya ada atlet skateboard asal Aceh yang menoreh prestasi terbaik di level internasional.

 Harus diakui, saat ini skateboard bukan hanya sebagai hobi yang dianggap sebelah mata. Namun, olahraga ekstrem ini sudah dipertandingkan dalam eveneven nasional dan internasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Game. Seiring dengan perkembangan tersebut, Dicky mengharapkan pemerintah untuk membangun skatepark dengan fasilitas yang memadai di Aceh.

“Kami hanya butuh tempat bermain yang layak, karena skateboard sudah masuk salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada event terbesar di Indonesia,” harapnya.[]

Tulisan ini sudah Tayang di Media Cetak HD Indonesia Edisi : 05  ( 01-13 OKTOBER 2019 ).

Komentar
Baca Juga
Terbaru