DATA BMKG 09 Desember 2019

Unsyiah Kembali Wisudakan 2.120 Lulusan

Unsyiah Kembali Wisudakan 2.120 Lulusan

Prosesi wisuda lulusan Unsyiah.

HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala melalui Sidang Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU, kembali mewisudakan sebanyak 2.120 lulusan Sarjana/Pendidikan Profesi/Spesialis/Pascasarjana untuk priode Agustus - Oktober 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood, Jumat (11/1).

Dalam sambutannya, Rektor menjelaskan bahwa seluruh wisudawan periode ini akan dilepas dalam dua gelombang besar yaitu hari ini (Jumat, 1 November 2019) dan besok (Sabtu, 2 November 2019). Di mana 344 orang di antara mereka lulus dengan predikat pujian (cumlaude).

“Setelah wisuda periode ini, maka secara keseluruhan jumlah alumni Unsyiah menjadi 128.769 orang, di mana sebahagian besarnya adalah lulusan Program Sarjana (S1),” kata Rektor.

Rektor juga mengucapkan selamat kepada wisudawan atas pencapaiannya hari ini. Adapun salah satu lulusan Unsyiah tersebut adalah Pangdam Iskandar Muda Mayor Jendral TNI Teguh Arief Indratmoko MM yang lulus di program Magister Manajemen Unsyiah. Mayjen Teguh berhasil lulus predikat cumlaude dengan IPK 3,76.

Rektor mengatakan, jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Sekitar satu juta lulusan baru dengan berbagai level pendidikan dihasilkan setiap tahun oleh perguruan tinggi di Indonesia.

Di satu sisi, hal ini sangat menggembirakan, karena semakin banyak orang yang berhasil memperoleh pendidikan tinggi. Namun di sisi lain jumlah lulusan tersebut, jauh lebih banyak dari jumlah pertumbuhan lapangan pekerjaan.

“Oleh karena itulah, ratusan ribu di antara alumni perguruan tinggi ini akhirnya menjadi pengangguran terbuka dalam waktu yang lama,” ungkap Rektor.

Data terkini dari Badan Pusat Statistik melaporkan, bahwa di antara pengangguran di Indonesia yang mencapai 7 juta orang, sekitar 400 ribu orang di antaranya adalah para alumni perguruan tinggi.

Di sisi lain, kedatangan Era Revolusi Industri 4.0 kemungkinan akan memperketat persaingan untuk memperoleh pekerjaan. Apalagi pada era ini, tenaga manusia akan secara signifikan tergantikan dengan mesin-mesin otomatis berbasis kontrol digital.

Era ini akan bertumpu pada teknologi robotic, internet of thing, serta kecerdasan buatan (artificial intelligence), sehingga ratusan lapangan pekerjaan akan hilang atau minimal berkurang. Inilah sebabnya, para alumni konservatif dari perguruan tinggi akan sangat kesulitan untuk memperoleh pekerjaan di masa mendatang.

Untuk itulah, kepada wisudawan Rektor berpesan agar lulusan perguruan tinggi dituntut untuk mengubah pola pikir mereka, dari konservatif menuju pola pikir yang kreatif dan inovatif.

“Mereka harus berani keluar dari zona nyaman dan mengambil risiko-risiko besar dalam mencoba. Mereka yang berani mencoba umumnya akan lebih berkembang, dibandingkan mereka yang lebih memilih diam karena takut keluar dari zona nyaman,” kata Rektor.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru