DATA BMKG 21 Januari 2020

Bocah Palestina Tewas Terkena Serpihan Peluru Israel

Bocah Palestina Tewas Terkena Serpihan Peluru Israel

Al Jazeera

HABADAILY.COM - Seorang bocah Palestina dilaporkan meninggal dunia setelah terkena pecahan peluru yang ditembak tentara Israel. Saat kejadian, korban berada di loksi unjuk rasa di dekat perbatasan bersama sang ayah. Demikian tulis Al Jazeera, Rabu (12/12/2018).

"Ahmed Abu Abed, berusia empat tahun dan delapan bulan, meninggal akibat luka-luka yang ia terima Jumat lalu di timur Khan Younis," kata Juru Bicara Departemen Kesehatan Palestina, Ashraf al-Qidra, Selasa kemarin.

Paman korban, Bassem, mengatakan Ahmed Abu Abed terluka oleh pecahan peluru, ketika sang ayah ditembak oleh tentara Israel dalam protes rutin yang dilakukan warga Palestina setiap Jumat.

Ahmed Abu Abed dimakamkan pada Rabu.

Sementara itu Israel menampik bertanggungjawab atas kejadian terbunuhnya seorang bocah asal Palestina tersebut. Israel bahkan menuding Hamas bertanggungjawab atas insiden itu karena menggunakan penduduk sebagai tameng hidup.

Insiden ini memperkeruh upaya damai yang sedang diprakarsai Mesir. Padahal, gencatan senjata sedang diberlakukan pascaserangan roket ke wilayah Israel yang dilakukan faksi Palestina, sebagai upaya pembalasan operasi rahasia Israel yang menewaskan tujuh orang di Gaza.

Setidaknya 14 warga Palestina dan dua orang Israel dilaporkan tewas dalam kekerasan yang berlangsung selama dua hari tersebut. 

Lebih dari 195 orang Palestina terbunuh

Kematian Abu Abed menambah daftar korban yang tewas dalam aksi warga Palestina di wilayah pendudukan. Puncak protes yang dikenal dengan the Great March of Return tersebut terjadi pada 15 Mei. Protes ini merupakan reaksi perlawanan atas penggusuran yang dilakukan Israel terhadap 750 ribu warga Palestina untuk kepentingan wilayah kependudukan zionis sejak 1948.

Hingga kini, lebih dari 195 orang Palestina terbunuh di Gaza, salah satu kawasan yang memiliki jumlah penduduk terpadat di dunia. 

Selain itu, dua tentara Israel tewas sejak protes dimulai pada 30 Maret. Selanjutnya, tujuh pengunjuk rasa, termasuk dua anak-anak berusia 12 dan 14 tahun, juga dilaporkan tewas karena ditembak Israel sepanjang September 2018.

"Ini adalah hari paling berdarah sejak 14 Mei ketika lebih dari 60 warga Palestina tewas di Gaza selama protes terhadap peresmian kedutaan AS di Yerussalem," tulis Al Jazeera.[boy/al jazeera]

Komentar
Terbaru