DATA BMKG 08 Agustus 2020
Pemerintah Aceh

Ini Penjelasan Nova Terkait Pembelian Pesawat N219

Ini Penjelasan Nova Terkait Pembelian Pesawat N219

Aceh siap beli 4 pesawat terbang jenis N219.

HABADAILY.COM—Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meyakini keberadaan pesawat terbang N219 dapat memberi efek positif bagi dunia investasi, termasuk pariwisata dan peningkatan SDM putra putri Aceh ke depan.

Menurut Nova, selama ini akses ke sejumlah lokasi wisata di Aceh masih terkendala transportasi. "Aceh saat ini sedang menggenjot investasi dan mengembangkan sektor pariwisata yang tentu saja membutuhkan kelancaran transportasi," ujar Nova, Senin (9/12), di depan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro serta petinggi PT Dirgantara Indonesia lainnya.

Dijelaskan, pengadaan pesawat untuk mendukung konektivitas antar wilayah di Aceh.  “Ini sangat diperlukan mengingat penerbangan perintis di Aceh yang masih berjalan hanya ada di 5 bandara. Itupun dengan frekuensi terbatas, antara 1 sampai 2 flight per minggu,” katanya.

Sementara penerbangan lain, menurut dia, lebih banyak menjadikan Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara sebagai penghubungnya. “Jadi, 7 bandara yang ada di kabupaten/kota di Aceh dalam keadaan tidak ada aktifitas,” tambahnya.

Nova berharap, setidaknya sampai tahun 2022 Pemerintah Aceh bisa mendapatkan 4 unit pesawat jenis N219 yang sangat ideal dijadikan sebagai transportasi udara perintis antar pulau di Indonesia. "Selanjutnya tentu saja kami harapkan dukungan dan pendampingan PT DI untuk transfer of knowledge dalam rangka peningkatan SDM sektor dirgantara Aceh," kata Nova.

Alasan Pemerintah Aceh membutuhkan pesawat tersebut adalah untuk menghubungkan wilayah-wilayah Aceh dengan areanya yang sangat luas, yakni mencapai 59 ribu Km2 untuk wilayah darat dan 295 ribu Km2 untuk wilayah laut.

Panjang garis pantainya juga mencapai 2.600 km lebih, dengan total sekitar 180 gugusan pulau. Dari semua pulau itu, 44 Pulau di antaranya berpenghuni. "Dengan wilayah yang sangat luas itu, hubungan antar wilayah kerap terkendala. Sebagai contoh, jarak antara Kota Banda Aceh dengan Kabupaten Singkil mencapai 760 Km. Kalau menggunakan angkutan darat, butuh waktu 15 jam menempuh jarak itu," ujar Nova.

Demikian pula hubungan antara Kota Banda Aceh menuju Pulau Simeulue, butuh 7 jam perjalanan darat terlebih dahulu menuju Aceh Selatan, dilanjutkan penyeberangan laut dengan kapal ferry selama 8 jam. Sedangkan perjalanan dari Kota Banda Aceh ke wilayah Aceh Tengah dan Tenggara juga tidak kalah beratnya.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru