DATA BMKG 05 April 2020
Transaksi dengan Konsumen Aceh

Pertamina Gandeng Tiga Bank Syariah

Pertamina Gandeng Tiga Bank Syariah

PT Pertamina (Persero) melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penerimaan pembayaran atas penjualan produk Pertamina melalui Bank Syariah.

HABADAILY.COM—Dalam rangka implementasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, PT Pertamina (Persero) melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penerimaan pembayaran atas penjualan produk Pertamina melalui Bank Syariah. Tiga Bank Syariah digandeng dalam kerja sama ini, yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Penandatanganan PKS dilaksanakan di Hotel Hermes, Banda Aceh, pada Senin (17/02). Hadir dalam kesempatan itu Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, direksi tiga perbankan syariah dan Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini menyebutkan, Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 mensyaratkan lemaga keuangan yang beroperasi di Aceh adalah yang berprinsip dan menggunakan akad syariah. “Jadi, setelah penandatanganan perjanjian kerja sama, Pertamina membuka babak baru dengan menerima pembayaran konsumen Aceh melalui tiga bank syariah,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, transaksi konsumen di Aceh dengan Pertamina menggunana bank konvensional. Namun sekarang Pertamina telah mengandeng tiga bank syariah untuk menerima pembayaran dari konsumen di Aceh.

Menurut Emma, ketiga bank syariah tersebut telah berhasil melakukan uji coba sistem host to host untuk penerimaan hasil penjualan melalui sistem MySAP di Pertamina. Keseluruhan tahapan direncanakan dapat siap beroperasi sampai dengan akhir tahun 2020. Ini lebih cepat dari tenggat waktu tahun 2021 yang dipersyaratkan Qanun Aceh Nomor 11,” katanya.

Emma meminta ketiga bank syariah dapat menjaga komitmen untuk menerima setoran pembelian produk Pertamina, sehingga pihaknya dapat terus memberikan sumbangsih untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Salah satu bentuk sumbangsih Pertamina adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Tahun 2019, setoran PBBKB Pertamina bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh mencapai Rp318,5 miliar,” ujarnya.

Hal senada disebutkan Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina, Ferry Pasalini. Menurutnya, untuk wilayah Aceh saat ini ada sejumlah lembaga penyalur produk Pertamina. Di antarnya Fuel Pertamina 5 unit, DPPU 1 unit, spBANKu 147 unit, spBANKe 11 unit, agen LPG 97 agen, agen BBM industri 7 agen, konsumen BBM industri 50 konsumen, dan agen pelumas 3 agen, serta pangkalan LPG sebanyak 2.900 pangkalan.

Semua transaksi dari lembaga ini yang sebelumnya mengunakan bank konvensional akan beralih ke bank syariah,” sebutnya.

Sementara itu Walikota Banda Aceh Aminullah Usman yang ikut menyaksikan tanda tangan kerja sama tersebut mengapresiasi PT Pertamina yang lebih cepat mengimplementasikan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

“Kami menyambut baik atas komitmen PT Pertamina untuk penerapan Qanun LKS ini dan kegiatan ini dapat meningkatkan pertumuhan ekonomi syariah di Aceh,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Ahli Gubernur Aceh Mahyuzar, Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati, Direktur Wholesale Banking Directorate Bank Syariah Mandiri Kusman Yandi, Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Ferry Pasalini, serta para pihak lainnya.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru