DATA BMKG 27 Februari 2020

Dwitya, Guru Musik Asal Aceh Go Internasional

Dwitya, Guru Musik Asal Aceh Go Internasional

Dwitya, Guru Musik Asal Aceh Go Internasional : FOTO: screenshot youtube 41 Studio

HABADAILY.COM - Blantika musik tanah air kembali ramai oleh talenta baru. Kali ini hadir dari tanah rencong. Sosok itu adalah Dwitya Maharani. Dara asal Aceh Timur ini tengah booming lewat lagu perdananya ‘Pembeda’.

Sebelum terjun ke dunia tarik suara, pemilik nama lengkap Dwiagustiani ini merupakan seorang guru vokal dan musik di SMKN 6 Langsa. “Dwitya mengajar les privat vokal dan musik di sekolah,” kata dia kepada HD Indonesia.

Sejumlah prestasi pernah ia raih diberbagai kompetisi tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional dan internasional.

Di antaranya, Festival Seni Siswa Nasional cabang Vocal Solo 2013, Festival Lomba Seni Qasidah (LasQi) Nasional cabang Vokal Solo remaja putri 2011, menjadi delegasi IMT-GT 2015, Vokal Tradisi di Kedah (Malaysia), lomba apresiasi LKP dan peserta didik cabang vokal dan instrumen pengiring gitar tahun 2016, serta Solo International Performing Art 2016.

Dalam rangkaian lomba tersebut, Dwitya menyabet beberapa juara. Diantaranya, Juara 1 Nasional Seni Qasidah Lasqi di Mataram tahun 2011 cabang Vokal Remaja

Putri, Juara 3 Nasional Apresiasi Kursus Lembaga dan Peserta Didik Kemendikbud, yakni di cabang Vokal dan Instrumen Pengiring Gitar tahun 2016 di Yogyakarta dan Sulawesi Tengah, Juara Harapan 2 Festival Lomba Seni Siswa Nasional 2013 di Medan, dan terakhir, The Best Culture Performing IMT-GT di Kedah, Malaysia.

Potensi di bidang tarik suara mulai dirasakannya sejak berumur 5 tahun. Di usia
tersebut, Dwitya mulai hobi bernyanyi. Untuk meraih impiannya, perempuan ini memilih untuk meneruskan pendidikannya ke Universitas Negeri Medan dan mengambil jurusan khusus, yaitu seni musik.

“Sudah menjadi cita-cita sejak kecil. Walaupun awalnya masih otodidak, tapi jiwa musikalitas dan darah seni sudah mengalir sejak kecil. Sebab, keluarga saya termasuk keluarga seniman. Niat ini berlanjut sampai kuliah di Unimed, disanalah saya memperluas wawasan,” ucap Dwi.

Penyuka warna silver dan hitam inipun rupanya tidak berhenti di situ. Selain menjalani rutinitasnya sebagai guru vokal dan musik, Dwitya juga terus mencari payung dalam meniti karirnya. Bulan Februari 2019, ia resmi bergabung dengan label musik nasional, 41 Project.

Semula, Dwitya menjawab promosi audisi pencarian vokal wanita untuk manajemen 41 Project melalui laman Instagram. Dari serangkaian proses negosiasi, keduanya sepakat masuk ke studio 41.

“Alhamdulillah langsung recording lagu, yakni single pertama saya, judulnya ‘Pembeda’,” imbuh Dwi.

Sejak bergabung dengan 41 Project, Dwitya telah merilis total tiga lagu, yakni ‘Pembeda’, ‘Tak Mungkin Lagi’ dan satu nomor yang baru saja diluncurkan pada Desember 2019 berjudul ‘Pergi’.

“Alhamdulillah pastinya sangat senang dan tak lupa bersyukur, karena karya saya dapat diterima dan dinikmati seluruh kalangan masyarakat,” ucap Dwi lagi.

Kendati jalan meniti karirnya masih panjang, Dwitya mengaku selalu menghargai setiap hal positif yang ia capai dalam proses tersebut.

“Kalau senangnya jadi artis,Alhamdulillah ya ada penghasilan pastinya, lalu kita dikenal masyarakat luas, orang tua dan keluarga bangga atas pencapaian yang sudah ada.

Hanya saja, Dwi selalu diingatkan jangan mudah berpuas diri, hindari sifat tinggi hati, dan selalu harus belajar agar dapat menghasilkan terobosan karya yang makin berkualitas,” janjinya.

Dwitya juga berharap karyanya nanti dapat diterima dengan baik oleh pecinta musik Indonesia. Lebih dari itu, ia bercita-cita agar lagu-lagu yang berasal dari Aceh mampu ber saing di kancah musik dunia.

Untuk meraih sukses, memang butuh perjuangan dan doa. Apalagi ia mengaku sama sekali belum punya pengalaman terjun ke industri musik. Namun, Dwitya terbilang tangguh memanfaatkan semua peluang. Ia rutin mengikuti festival dan lomba, dari satu acara ke acara lainnya.

Dwi juga sudah pernah mencoba peruntungan di ajang pencarian bakat, namun kesempatan itu belum berpihak kepadanya.

“Ini pertama kalinya (bergabung diindustri). Ya kalau dibilang susah, pasti semua status dan pekerjaan ada plus-minusnya, hanya saja, perlu mental yang cukup kuat untuk terjun ke dunia entertainment. Karena selera penikmat musik itu sangat relatif,” jelasnya.

“Semoga lagu saya dapat selalu diterima dengan baik oleh pendengar dan penikmat musik di nusan tara, dan semoga karya itu nanti dapat melaju ke ranah yang lebih luas lagi di mancanegara, Amin,” tutupnya.[]

PROFIL

Nama Lengkap : Dwiagustiani, S.Pd
Nama Panggilan : Dwitya
Tempat/Tgl lahir : Langsa,
09 Agustus 1996
Alamat : Sidodadi, Langsa Lama
Pendidikan : Alumni Universitas
Negeri Medan
Nama Orang Tua : Sukarmin (ayah) dan
Muliany SPd (ibu)

PRESTASI:
• Juara 1 Nasional Seni Qasidah Lasqi. Mataram 2011
cabang Vokal Remaja Putri.
• Juara 3 Nasional Apresiasi Kursus Lembaga dan Peserta Didik
Kemendikbud cabang Vokal dan Instrumen Pengiring Gitar 2016 di
Yogyakarta dan Sulawesi Tengah.
• Juara Harapan 2 Festival Lomba Seni Siswa Nasional 2013 di Medan.
• The Best Culture Performing IMT-GT di Kedah, Malaysia.

Komentar
Baca Juga
Terbaru