DATA BMKG 19 November 2019

BKSDA Tetap Monitoring Satwa Titipan di 'Kebun Binatang'

BKSDA Tetap Monitoring Satwa Titipan di 'Kebun Binatang'

Ilustrasi buaya | Trubus

HABADAILY.COM - Petugas konservasi berhasil memboyong buaya muara sepanjang 2,5 meter dari Seruway ke Taman Rusa dengan selamat. Di taman ini, nantinya buaya berjenis kelamin betina tersebut bakal mendapat pengawasan berkala dari pihak terkait.

Buaya muara dari Seruway tersebut bukan satu-satunya satwa titipan dari pemerintah ke pihak swasta. Sebelumnya, ada beberapa satwa titipan jenis lain yang sudah terlebih dahulu menjadi koleksi "kebun binatang mini" di Lamtanjong Aceh Besar tersebut. 

Baca: Buaya Muara Tangkapan Warga Seruway Bakal Dititipkan ke Taman Rusa

"Yang dititipkan ke Taman Rusa 2 ekor elang, satu individu Siamang, 1 Rangkong Badak, dua ekor buaya," kata Kepala BKSDA Sapto Aji Prabowo menjawab Habadaily.com, Kamis (27/12/2018). 

Dia mengatakan, Taman Rusa sudah mendapatkan izin untuk menjadi wadah penitipan satwa liar yang ada di Aceh. Namun, Taman Rusa bukan satu-satunya tempat bagi BKSDA menitipkan satwa liar selama ini. "Di Pekola Langsa ada 2 ekor buaya (titipan)," kata Sapto lagi.

Selain Taman Rusa, saat ini ada beberapa taman mini atau kebun binatang di Aceh yang juga sudah mengajukan izin untuk menjadi lokasi titipan satwa liar. "Yang proses, sudah mengajukan izin ke pusat, Pekola Langsa, dan Taman Safari yang di Jantho. Yang sedang melengkapi berkas Taman Satwa Blang Bintang," ungkap Sapto Aji.

Sapto mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebuah taman mini atau taman safari, untuk mendapatkan izin sebagai tempat penitipan satwa liar. Salah satunya adalah memiliki lahan seluas 2 hektar yang bersertifikat.

"Syarat untuk mengajukan izin Lembaga Konservasi (LK) umum adalah lahan minimal 2 ha yang bersertifikat, memiliki fasilitas kandang dan tenaga teknis yang memadai, SIUP, TDP, rekom teknis dari BKSDA. Izin diajukan kepada Menteri LHK," kata Sapto.

Dia mengatakan nantinya satwa liar yang ada di LK Umum tersebut bakal dimonitoring oleh pihak konservasi. Hal ini juga berlaku pada satwa koleksi yang bukan berstatus titipan di LK. "Ada monitoring rutin tidak cuma yang dititipkan, tapi juga satwa koleksi yang ada di LK. Dimonitor setidaknya 6 bulan sekali," kata Sapto.

Hingga saat ini, pihaknya tidak mengeluarkan sedikitpun anggaran untuk pemeliharaan atau perawatan satwa yang dititipkan ke LK tersebut. "Kita nggak keluarkan biaya (untuk setiap satwa yang dititipkan)," pungkas Sapto.[bna]

Komentar
Terbaru