DATA BMKG 19 November 2019

Gajah Mati Tanpa Gading di Bener Meriah Pernah Diobati BKSDA

Gajah Mati Tanpa Gading di Bener Meriah Pernah Diobati BKSDA

Gajah jantan ditemukan tewas tanpa gading di kawsan hutan Gampong Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (27/12/2018) sekira pukul 19.00 WIB. Foto by BKSDA

HABADAILY.COM – Gajah jantan ditemukan tewas tanpa gading di kawsan hutan Gampong Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (27/12/2018) sekira pukul 19.00 WIB.

Hewan bertubuh besar berusia 40 tahun  ternyata pernah diobati oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah (Unsyiah) sekitar 4 bulan. Saat itu hewan dilindungi ini menderita luka di belakangan dan bawah ekor akibat perkelahian dengan gajah liar lain.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo menjelaskan, berdasarkan kondisi gajah di lokasi diperkirakan sudah tewas sudah lebih dari 15 hari, dengan kondisi gading sudah hilang.

“Gajah itu ditemukan dengan kondisi gading hilang sama sekali tanpa sisa,” kata Sapto Aji Prabowo, Jumat (28/12/2018) di Banda Aceh.

Menurut Sapto, gading bisa diambil secara utuh tanpa tersisa kalau gajah telah membusuk, cukup dilakukan dengan menggoyang dan menararik dari tengkorak.

“Sehingga diduga dilakukan orang yang lewat dan melihat ada kesempatan,” tukasnya.

Kata Sapto, hasil diagnose sementara kematian gajah jantan itu dari hasil nekropsi dilakukan tim doker, gajah tewas akibat infeksi sekunder dari luka yang diderita. Baik luka terbuka maupun fraktur di kaki belakang kiri, atau bisa juga karena toxicosis.

“Kepastian penyebab kematian akan didapatkan dari hasil uji labfor terhadap sampel organ dalam dan sisa makanan (limpa, usus, paru dan sisa makanan) yang diambil dari bangkai,” jelasnya.

Lokasi ditemukan gajah tewas itu, sebutnya, berjarak dari pemukiman warga sekitar 3 kilometer dan hanya dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor dan 500 meter harus berjalan kaki.[acl]

Komentar
Baca Juga
Terbaru