DATA BMKG 19 Oktober 2019

Dirujuk ke Jakarta, Bocah Penderita Penyakit Jantung asal Bireuen Butuh Bantuan Biaya

Dirujuk ke Jakarta, Bocah Penderita Penyakit Jantung asal Bireuen Butuh Bantuan Biaya

HABADAILY.COM—Muhammad Rifqi (11), penderita penyakit jantung iskemik (cronic ischemic heart disease) sejak lahir, membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk pengobatannya. Bocah asal Gampong Ceubrek, Peusangan Selatan, Bireuen, ini dirujuk ke Jakarta setelah sempat dirawat di RSUZA Banda Aceh.

“Kami sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Uang yang kami miliki tidak cukup untuk biaya berobat anak kami,” ucap Fadhil (53), penuh pilu menceritakan kondisi anaknya.

Penyakit jantung iskemik atau dikenal juga dengan penyakit arteri koroner merupakan penyakit di mana jantung mengalami kekurangan zat makanan dan oksigen akibat penyempitan pembuluh darah arteri jantung. Akibatnya, tubuh pasien penderita mudah lelah, sering demam menggigil, kuku tangan dan kaki membiru. Penyakit ini adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Pada Rabu, 13 Maret 2019, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh mengunjungi Rifqi di Gampong Ceubrek, Peusangan Selatan, Bireuen, Aceh. Saat itu Rifqi yang ditemani keluarganya tidak banyak bicara. Ayahnya, Fadhil, mengatakan, Rifqi merupakan murid berprestasi di Sekolah Dasar Negeri Ceubrek. Ia khawatir sekali jika buah hatinya mengalami kejadian lebih buruk lagi yang bisa terjadi kapan saja.

“Anak kami yang dulunya rajin ke masjid untuk salat berjamaah dan pergi sekolah, sekarang sudah sering berdiam diri di rumah. Dia tidak boleh kecapekan,” sebut Fadhil, didampingi istrinya, Nurwaida (44).

Sebelumnya, Fadhil dan Nurwaida sudah pernah membawa Rifqi ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, untuk berobat jalan sekaligus ronsen. Sebelumnya juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Telaga Bunda Bireuen. Keterbatasan peralatan membuat dokter di dua rumah sakit itu terpaksa merujuknya ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Fasilitas rumah sakit di Ibukota Indonesia itu lebih lengkap untuk menangani penyakit seserius yang diidapi Rifqi.

Soal pengobatan dan perawatan, Fadhil mengakui biayanya akan ditanggung BPJS Kesehatan. Tapi soal biaya hidup dan perjalanan ke Jakarta, mereka tidak sanggup memikulnya. Pendapatan mereka sebulan saja cuma Rp500.000 dari Fadhil seorang diri. Tergolong sangat kecil untuk lima anggota keluarga mereka. Kerabatnya pun hanya mampu memberi bantu ala kadarnya. Sedangkan istrinya di rumah saja, sembari mengawasi Rifqi yang kesakitan sewaktu-waktu. 

Kepala Bidang Program ACT Aceh Laila Khalidah mengatakan, MRI-ACT Aceh berupaya menggalang donasi untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan Rifqi di rumah sakit. Penggalangan donasi ini merupakan program mobile social rescue (MSR) yang dilaksanakan melalui internet. “Nantinya, donasi yang terkumpulkan juga akan digunakan untuk memberdayakan perekonomian keluarga itu,” terangnya.

Bagi siapapun yang ingin menyumbang dapat mengakses link kitabisa.com. Bisa juga dengan menghubungi ACT Aceh di nomor 082283269008 atau mengirimkan donasinya ke rekening Bank Aceh Syariah 010 0193 000 9205 atas nama Aksi Cepat Tanggap.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru