DATA BMKG 19 Oktober 2019
Pemko Banda Aceh

Cek Zainal Ajak Pemuda Lestarikan Dzikee Aceh

Cek Zainal Ajak Pemuda Lestarikan Dzikee Aceh

Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin

HABADAILY.COM—Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin mengajak generasi muda untuk melestarikan seni budaya lokal Dzikee Aceh yang kini mulai hilang tergerus oleh zaman.

Ajakan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Cek Zainal ini saat membuka Musabaqah Dzikee Aceh. Acara ini digelar Majelis Adat Aceh (MAA) di halaman Masjid Babussalam, Lampaseh Aceh, Minggu (28/4/2019) malam.

Menurutnya, syair-syair Dzikee Aceh yang sarat nilai-nilai Islam, pesan moral, dan kearifan lokal sepatutnya dapat menjadi benteng dari derasnya arus globalisasi.

"Dan seiring dengan mulai hilangnya Dzikee Aceh dan seni budaya lokal lainnya, kemerosotan akhlak generasi muda juga juga terjadi akibat tereduksi oleh kondisi zaman," katanya.

Oleh karena itu, perlu pembaharuan atau peremajaan kembali agar Dzikee Aceh masih bisa tetap eksis hingga masa-masa mendatang. "Kearifan lokal ini harus dipertahankan dan dilestarikan, dan para pemuda yang hrus menjdi pelopornya."

Tak lupa ia juga menyampaikan apresiasi kepada MAA yang telah menyelenggarakan acara tersebut. "Saya juga ingin mengajak masyarakat untuk datang ramai-ramai menyaksikan Dzikee Aceh ini agar anak-anak kita juga ikut termotivasi untuk melestarikannya," kata Cek Zainal.

Ketua MAA Banda Aceh Bachtari Arahas musabaqah ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memeriahkan HUT Banda Aceh. "Juga menjadi ajang silaturahmi dan melestarikan salah satu budaya tertua di Aceh," katanya.

Menurutnya, para ulama terdahulu kerap menggunakan dzikee sebagai media syiar atau dakwah Islam. "Dzikee Aceh kental dengan ilmu, kisah, dan pesan agama yang disyairkan," ungkapnya.

Walaupun serupa, ungkapya lagi, Dzikee Aceh berbeda dengan Cae dan Ratoh yang juga dibawakan dengan syair. "Jika Cae berupa kisah bebas dan Ratoh berisi inspirasi dan juga uneg-uneg, maka dzikee ada ucapan zikirnya."

"Di setiap pesan atau syairnya selalu diselingi dengan lafaz zikir seperti kata lailahailallah atau allah allah atau selawat," jelas Bachtari.

Terkait dengan penyelenggaraan Musabaqah Dzikee Aceh tahun ini, ia mengatakan digelar selama tiga malam, 28-30 April 2019, mulai jam 20.30 hingga 24.00 WIB di halaman Masjid Babussalam.

"Pesertanya ada sembilan grup utusan dari sembilan kecamatan se-Banda Aceh. Masing-masing grup terdiri dari 10 orang," katanya.

Kepada para pemenang akan diberikan trofi, dana pembinaan, plus piala bergilir wali kota bagi juara pertama. "Dana pembinaan bagi juara satu kita berikan Rp 5 juta, juara dua Rp 4 juta, dan juara tiga Rp 3 juta. Bagi grup yang belum menjadi juara juga kita berikan dana pembinaan masing-masing Rp1 juta," katanya lagi.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru