DATA BMKG 19 Oktober 2019

Sekolah Diimbau Laksanakan Dinul Islam Selama Ramadhan

Sekolah Diimbau Laksanakan Dinul Islam Selama Ramadhan

Foto bersama di sela-sela peringatan Harpenas di Banda Aceh.

HABADAILY.COM—Dinas Pendidikan Aceh mengimbau kepada seluruh kepala sekolah dan pengawas serta para guru untuk mengaktifkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Dinul Islam) selama Ramadhan 1440 H/2019 M.

“Pelaksanaan Dinul Islam itu minimal digelarselama dua minggu dalam bulan Ramadhan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin SPd MPd usai pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019, Kamis (02/05/2019).

Syaridin menjelaskan, untuk proses pembelajaran pada bulan Ramadhan tahun ini masih sama dengan tahun lalu yaitu mengisi dengan kegiatan keagamaan. Sedangkan untuk tekhnis pelaksanaannya menjadi kewenangan sekolahnya masing-masing.

“Untuk mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan taat beribadah, maka pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah diberikan melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler,” jelasnya.

Menurut Syaridin, kegiatan Kokurikuler Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah pada tahun ini diberikan melalui penguatan Dinul Islam. “Penyelenggaraan penguatan Dinul Islam pada bulan Ramadhan sangat penting dan strategis agar peserta didik memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam serta untuk menghindari peserta didik dari perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama,” tuturnya.

Kadisdik Aceh menambahkan, untuk jadwal pelaksanaan pendidikan selama bulan Ramadhan dapat dilaksanakan mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB yang dilaksanakan selama dua minggu. Siswa juga dihimbau untuk dapat hadir ke sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan memakai seragam sekolah lengkap dan guru dapat memberi penilaian khusus kepada siswa untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Begitu juga, tambahnya, bagi siswa yang memeluk agama lain selain Islam, akan dikaitkan dengan rumah ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. “Dengan demikian, semua anak dapat belajar tentang akhlak dan agama yang lebih dalam lagi,” imbuhnya.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru