Lansia Asal Sumut Terlantar di Gampong Pineng Banda Aceh

Redaksi - habadaily
28 Mei 2019, 21:18 WIB
Lansia Asal Sumut Terlantar di Gampong Pineng Banda Aceh Samsuddin dievakusi dari rumah yang dikontraknya ke RSUD Meuraxa.

HABADAILY.COM—M Samsuddin Yansen, pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 64 Tahun lalu, kini sudah lama menetap di Banda Aceh. Ia bahkan sudah menjadi penduduk Kota Gemilang yang dibuktikan dengan identitas KTP yang dimilikinya. Samsuddin tercatat sebagai warga Dusun Tgk Chik Dipineng VI, Desa Pineng, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh.

Namun, kondisinya kurang lebih 4 tahun terakhir semakin tidak membaik, setelah penjual cendol mengalami musibah kecelakaan. “Kondisinya diperburuk dengan mengidap penyakit kencing manis atau diabetes mellitus sehingga luka akibat kecelakaan yang dialaminya tak kunjung sembuh,” papar Kepala Dusun Tgk Chik Dipineng VI, Suherman,  saat ditemui di RSUD Meuraxa Banda Aceh, Selasa (28/5/2019).

“Saat itu, akibat sakit yang dialaminya, kaki Samsudin harus diamputasi dan belum sembuh hingga saat ini. Samsuddin selama ini tinggal seorang diri dalam rumah yang disewa olehnya,” lanjut Suherman.

Ia juga menceritakan, isterinya sudah pulang ke tempat orang tuanya di Takengon, Aceh Tengah. Begitu juga anaknya karena tidak tahan dengan perlakuan Samsuddin semasa masih sehat. “Samsuddin ini memiliki tempramen yang tinggi. Isterinya sudah lama meninggalkan Samsuddin, sebelum Samsuddin sakit-sakitan seperti saat ini,” tambah Suherman.

Saat masih sehat dulu, sebut dia, Samsuddin tergolong orang yang suka mengkasari anak dan isterinya, sehingga tidak sanggup tahan, membuat Samsuddin ditinggal pergi. “Saya sudah menelpon anaknya, memohon agar tidak perlu lagi diingat kesalahan orang tuanya, karena orang tua nya saat ini butuh orang yang menjaga,” ungkap Suherman.

Masih menurut Suherman, selama ini Samsuddin meski sakit-sakitan, warga setempat termasuk dirinya ikut menjaga. “Kalau bukan kami dari warga, tidak ada lagi yang peduli kepada Samsuddin, termasuk anak dan isterinya,” ungkap Suherman.

Kabar tentang Samsuddin ini disampaikan oleh Pekerja Sosial Kota Banda Aceh kepada Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh, yang kemudian langsung turun tangan untuk menanggulanginya. Disebutkannya, Samsuddin tinggal sebatang kara dengan kondisi lemas tak berdaya, badan kurus, kaki sebalah sudah diamputasi, dan telapak kaki sebelahnya lagi sudah mulai luka akibat diabetes.

Mendapati kabar itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar AKS MSi memerintahkan tim Rehabilitasi Sosial untuk menjemput langsung Samsuddin di kediamannya. Samsuddin pun diboyong ke RSUD Meuraxa Banda Aceh untuk mendapat perawatan secara medis, mengingat kondisi kesehatannya yang masih drop.

“Setelah kita bawa ke rumah sakit yang juga didampingi oleh Suherman, baru kita lakukan assessment, saat ini yang terpenting adalah soal kesehatan. Jika ada umur panjang baru kita bicarakan langkah selanjutnya,” sambung Isnandar.

Saat ini, Samsuddin masih terbaring lemas di RSUD Meuraxa Banda Aceh dan mendapat perawatan yang memadai. Ia turut didampingi oleh pendamping dari Dinas Sosial Aceh sembari menunggu kedatangan salah satu anaknya dari Lhokseumawe setelah dihubungi oleh Kadus Suherman.[]

Loading...