DATA BMKG 13 November 2019
Putri Pari-wisata Nusantara (P3N) 2019

Ngulik Tips Dan Trik Afra Peraih Dua Selempang Penghargaan P3N 2019

Ngulik Tips Dan Trik Afra Peraih Dua Selempang Penghargaan P3N 2019

Putra Putri Pari-wisata Nusantara (P3N) 2019, Afra Widi Wardani

HABADAILY.COM - Ajang pemilihan Putra Putri Pari-wisata Nusantara (P3N) 2019 yang berlangsung sejak 31 Agustus hingga 7 September 2019 di Jakarta membawa berkah bagi Afra, sekaligus untuk kejayaan dunia pariwisata Aceh. Perhelatan terbesar bidang pari-wisata ini diselenggarakan setiap tahun oleh Yayasan El John Pageants Indone-sia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan disiarkan secara langsung melalui Televisi Repu lik Indonesia.

Putra Putri Pari-wisata Nusantara (P3N) 2019, Afra Widi Wardani

Di ajang ini, Aceh mengirimkan putra-putri terbaiknya; Reza dari Kabupaten Aceh Tenggara dan Afra dari Kota Lhokseumawe. Hasilnya sangat menggembirakan, Reza juga dinobatkan sebagai Putra Pariwisata Nusantara 2019 Best National Costume dengan menggunakan kustum ‘Warung Kopi Gayo’.

Bagaimana dengan Afra? Prestasi luar biasa berhasil ditoreh oleh dara kelahiran Lhokseumawe, 28 Maret 1997 ini. Dia memborong dua selempang penghargaan di ajang bergengsi tersebut.

“Alhamdulillah, Afra menjadi Juara Runner-up 3 Putri Pariwisata Nusantara 2019 sehingga dinobatkan sebagai Putri Agro Wisata Indonesia 2019. Lalu sebagai Juara Putri Pariwisata Nusantara Best Presentation 2019,” ungkap gadis bernama lengkap Afra Widi Wardani kepada HD Indonesia, Jumat (13/09/2019).

Afra mengisahkan, di malam penobatan tersebut dirinya mendapat pertanyaan mengenai pemanfaatan sosial media dalam bidang kuliner. Afra menjawab pertanyaan tersebut dengan menyinggung Aceh Culinary Festival.

"Dengan adanya Aceh Culinary Festival, para millenial dapat mempromosikan kuliner-kuliner Aceh, yaitu dengan cara memposting foto dan menggunakan hastag The Light of Aceh dan Wonderful Indonesia," kisah alumnus Politeknik Negeri Lhokseumawe ini.

Selama memasuki karantina di ajang tersebut, Afra mengaku dengan cepat bisa beradaptasi bersama peserta lain dari seluruh provinsi di Indonesia. “Kami saling berbagi cerita, sehingga bisa tahu wisata dan budaya mereka yang beragam macam,” katanya.

Di berbagai kesempatan, Afra berupaya mempromosikan wisata Aceh dengan mempresentasi tentang destinasi wisata yang ada di Aceh, lengkap dengan pernak-perniknya.

Begitu juga saat tampil di pentas resmi yang menjadi kriteria penilaian dewan juri P3N 2019. Afra menampilkan budaya Aceh melalui Tarian Limong Sikarang. Sementara untuk national costume, Afra mengenakan kustum bertema pacuan kuda di Aceh Tengah. Dengan harapan, wisatawan nusantara dan manca negara menjadi lebih tahu bahwa Aceh memiliki ragam destinasi wisata dan budaya yang layak untuk dikunjungi.

Setelah membawa nama harum Aceh di ajang P3N 2019, Afra bertekad untuk lebih giat lagi mempromosikan pariwisata Aceh di level nasional dan internasional. “Tapi untuk saat ini, Afra akan kembali dulu ke Lhokseumawe. Jika nantinya ditugaskan ke jakarta, inshaAllah Afra siap kapan saja,” aku dara yang doyan makan mie Aceh dengan warna kesukaan biru ini.

Duta Wisata Kota Lhokseumawe 2018 ini juga memeberkan, bahwa dirinya hampir tidak percaya mampu mengharumkan nama Aceh di kancah nasional dengan membawa dua gelar terbaik. “Kesannya sampai sekarang Afra masi nggak percaya bisa mempersembahkan dua gelar bergengsi untuk Aceh di P3N 2019,” ungkapnya.

Karena itu, ia sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya itu. “Afra juga sadar betul, bahwa banyak campur tangan orang lain di balik apa yang Afra dapatkan sekarangg. Terimakasih untuk masyarakat Aceh atas doa dan dukungannya,” sebutnya.

Afra juga berbagi pesan generasi Aceh, terutama bagi para remaja yang kurang percaya diri untuk meraih prestasi. “Bagi temen-teman yang kurang percaya diri, mulailah untuk keluar dari zona nyaman, dan banyaklah mencoba hal-hal baru. Jangan pikirkan hasilnya, jika proses yang kita lakuin baik, maka hasil akhirnya juga akan baik,” beber Afra.

“Bagi generasi millenial pengguna media digital, harus menggunakan media sosial kalian untuk hal-hal yang positif dan berguna untuk Aceh, sesuai talenta yang dimilikinya,” sambung Afra, tanpa bermaksud menggurui.

Afra juga memohon dukungan semua pihak, sehingga bisa mempromosikan wisata Aceh bukan hanya di Indonesia, namun sampai ke manca-negara. “Masyrakat internasional harus tahu bahwa Aceh yang terkenal akan wisata halalnya layak untuk dikunjungi wisatawan muslim dan nonmuslim,” katanya.

Sebagai Putri Agro Wisata Nusantara, Afra juga mengharapkan masyarakat Aceh lebih mengenal dan memberdayakan agro wisata di daerahnya masing-masing. “Aceh memiliki potensi agro wisata yang luar biasa. Kalau kita kelola dengan baik, Insya Allah akan menghasilkan yang terbaik pula,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin mengajak millennial Aceh untuk berprestasi dalam berbagai aspek pembangunan di Aceh, khususnya industri pariwisata Aceh 4.0. “Reza dan Efra telah membuktikannya melalui ajang Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019. Melalui semangat menebar pesona The Light of Aceh, Insya Allah pariwisata kita akan maju. Selamat untuk Reza dan Efra. No digital, no millennial," serunya.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani juga mensyukuri apa yang diraih Reza dan Afra di ajang P3N 2019. "Tentu saja, kita bangga dengan apa yang diraih Reza dan Afra di ajang ini. Kita juga terus memberikan dukungan kepada Agam Inong Aceh untuk lebih giat mempromosikan ragam pesona Aceh di tingkat nasional dan juga internasional melalui teknologi digital," sebut Rahmadhani.

Tulisan ini telah dimuat di HD Indonesia - Edisi : 04 ( 16-29 SEPTEMBER 2019 )

Komentar
Baca Juga
Terbaru