DATA BMKG 13 November 2019

Uqubat Cambuk Kota Gemilang Berjalan Suskes Sesuai Qanun

Uqubat Cambuk Kota Gemilang Berjalan Suskes Sesuai Qanun

Uqubat Hukuman Cambuk Kota Gemilang Berjalan Suskes , Jumat (20/04/2018) |FOTO:HABADAILY.COM/SURYADI KTB

HABADAILY.COM -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh bersama Polisi Wilayatul Hisbah (WH) setempat akan mengeksekusi cambuk 8 terpidana kasus pelanggaran syariah. Pelaksaannya masih merujuk pada Qanun Jinayah bukan pada Peraturan Gubernur (Pergub).

Uqubat cambuk hari ini, Jumat (20/4/2018) berlangsung di halaman Masjid Jami' Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh. 

Dalam pelaksanaan uqubat cambuk kali ada sedikit berbeda pada eksekusi sebelumnya. Petugas keamanan dalam hal ini Satpol PP melarang anak-anak di bawa umur untuk menonton eksekusi cambuk. 

Hasil pantauan habadaily.com Setiap orang tua yang membawa anak-anak di suruh keluar oleh petugas dari area perkarangan masjid. Suasana ini berbeda seperti eksekusi cambuk yang dilakukan sebelum-sebelumnya dimana penonton bebas menyaksikan eksekusi cambuk termasuk anak di bawah umur. 

Namun, hampir semua penonton dewasa yang ikut memadati halaman mesjid tetap mengabadikan momen tersebut, teriakan hoooo dari masyarakat sesekai juga kerap terdengar pada saat dibacakan nama terpidana hukuman cambuk. 

Baca : Pelanggar Syariah akan Dicambuk Sesuai Qanun

Lihat : Melihat Uqubat Cambuk Prostitusi Online di Banda Aceh

Video : Lihat Detik ke 46 -Video Dua Pelaku Prostitusi Online Dicambuk di Aceh

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin mengatakan, alasan dilarangnya anak-anak menonton eksekusi cambuk karena berbagai pertimbangan. 

"Anak-anak di bawah umur tidak boleh menonton eksekusi cambuk karena akan berpengaruh pada psikologinya," kata Zainal. 

Dia berharap, ekseskusi cambuk ini dapat menjadi hikmah dan pelajaran bagi semua masyarakat. Bagi terpidana cambuk, agar tidak mengulangi lagi dan kembali bertaubat ke jalan yang benar.

Ada 8 terpidana cambuk yang menjalani eksekusi. Tiga orang pria dan lima orang perempuan. Ada berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh para terpidana. yang disaksikan secara terbuka. 
 

Komentar
Baca Juga
Terbaru