DATA BMKG 23 September 2021

Walhi: Aceh Darurat Bencana

Walhi: Aceh Darurat Bencana

Banjir di kawasan Aceh Utara/Foto Dok BPBA

HABADAILY.COM - Bencana alam setiap tahun terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh. Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, terdapat 14 Kabupaten/Kota yang sering terjadi bencana banjir dan 3 Kabupaten/Kota mengalami longsor parah.

Berdasarkan data WALHI Aceh diketahui daerah langganan banjir tahunan tersebut adalah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Singkil, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.

Sementara tiga kabupaten kota yang langganan longsor parah seperti Aceh Besar, Bener Meriah dan Aceh Tenggara.

"Banjir yang terjadi selama ini diakibatkan dari meluapnya air sungai ketika musim hujan, begitu juga dengan longsor serta banjir bandang, menjadi bukti bahwa provinsi Aceh merupakan daerah rawan bencana alam yang disebabkan oleh dua hal yang berbeda," kata Direktur Eksekutif WALHI Aceh, Muhammad Nur, Kamis (22/11/2018).

Hal pertama karena kebijakan pemerintah sendiri dan kedua bencana secara alamiah. Menurutnya ini membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat, provinsi Aceh bersama pemerintah kab/kota dalam menciptakan berbagai pembangunan yang mengabaikan fungsi ruang dan daya dukung lingkungan. 

"Baik di dalam kawasan hutan muapun di luar kawasan sebagai upaya preventif agar bencana alam tersebut dapat dicegah di tahun berikutnya," kata M Nur. 

Dia menyebutkan situasi ini menjadi pelajaran bersama. M Nur juga mempertanyakan adanya izin dari pemerintah untuk pertambangan di dalam kawasan hutan lindung, dan berbagai proyek energi yang akhirnya mengubah fungsi hutan dan lahan di berbagai wilayah Aceh.

Selain itu, M Nur juga menyebutkan adanya berbagai praktek perusakan secara illegal yang masih terjadi hingga 2018.

Padahal, kata M Nur, kondisi geografis, geologi, hidrologis, dan demografis wilayah Aceh memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana. Kondisi alam yang kompleks telah menjadikan Aceh sebagai salah satu provinsi dengan indek risiko bencana tertinggi di Indonesia terhadap ancaman berbagai macam bencana. 

M Nur turut mengutip RTRWA 2013-2033 dimana adanya beberapa kawasan rawan bencana di Aceh, di antaranya kawasan gelombang pasang yang tersebar di pesisir pantai.

Kawasan rawan gelombang pasang ini meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil, Simeulue, dan Sabang.

Selanjutnya, kawasan rawan banjir. Kawasan ini ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering berpotensi tinggi mengalami bencana banjir. Kawasan tersebut kata M Nur, tersebar pada beberapa kawasan dalam kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.

Selanjutnya, kawasan rawan kekeringan yang ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana kekeringan. Kawasan ini meliputi sebagian wilayah Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Nagan Raya.

Kemudian kawasan rawan angin badai, yang ditetapkan dengan ketentuan kawasan yang diidentifikasikan sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana angin badai. Kawasan ini meliputi Banda Aceh, wilayah pesisir Aceh Besar, pesisir Utara-Timur, pesisir Barat-Selatan, Pulau Simeulue dan Pulau Weh serta pulau-pulau kecil terluar lainnya.

Berdasarkan RTRW Aceh 2013-2023, daerah Aceh juga terdapat kawasan rawan gempa bumi atau kawasan yang terletak di zona patahan aktif. Kawasan ini meliputi Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, dan Nagan Raya.

Lanjutnya, Aceh juga memiliki kawasan rawan abrasi yang berada di sepanjang pesisir wilayah Aceh. Kawasan ini meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Singkil dan pulau-pulau terluar lainnya.

"Kawasan rawan erosi mencakup seluruh wilayah di sepanjang aliran sungai besar dan sungai berarus deras, wilayah ini tercantum di dalam dokumen RPJM Aceh 2017-2022," pungkas Muhammad Nur.[boy]

Komentar
Terbaru