DATA BMKG 15 Desember 2019

Unsyiah Hadirkan Sejumlah Akademisi Dunia

Unsyiah Hadirkan Sejumlah Akademisi Dunia

Wakil Rektor I Unsyiah Prof Dr Ir Marwan memberikan cenderamata kepada keynote speaker The 1st International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI), Prof. Miguel Elias dari University of Evora. Konferensi ini berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, 24-26 Oktober 2019

HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala melalui Fakultas Pertanian (FP) mengumpulkan lebih dari 100 akademisi, peneliti, dan praktisi dari sembilan negara di dunia untuk membahas isu pertanian, pangan, dan bioindustri.

Pertemuan ini berlangsung dalam konferensi internasional The 1st International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI), 24-26 Oktober 2019, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Mereka berasal dari Kanada, Australia, Portugal, Jepang, Vietnam, Malaysia, Jerman, Inggris, dan Indonesia.

Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah Prof Dr Ir Samadi MSc mengatakan ICAGRI 2019 merupakan platform dan channel yang sangat strategis dan efisien untuk bertukar dan memperkuat kerja sama antarlembaga dan negara dalam mewujudkan gagasan pembangunan pertanian. Terlebih lagi di era revolusi industri 4.0 saat ini, dibutuhkan kerja sama dari berbagai unsur untuk memperkuat peran dalam percepatan inovasi dan teknologi demi mewujudkan ketersediaan pangan yang berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap dari konferensi ini konsep pertanian berkelanjutan berbasis komoditas lokal di era revolusi industri 4.0 dapat didiskusikan,” ujarnya, Kamis (24/10).

Rektor Unsyiah yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Marwan optimis pertemuan ini dapat mencapai tujuannya dalam memprioritaskan penelitian kritis di bidang pertanian, bioindustri, serta kesenjangan informasi dan pengetahuan di wilayah global dan spesifik.

Ia berharap, para akademisi, peneliti, dan praktisi dapat memfokuskan penelitiannya untuk membantu negara dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Sebab, menurutnya, pembangunan berkelanjutan merupakan strategi yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Teknologi dan masyarakat merupakan unsur penting dalam mencapai pembangunan berkelanjutan, karena memiliki potensi besar dalam melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ketua Panitia, Dr Dewi Yunita STP MRes menambahkan, konferensi ICAGRI tahun ini mengusung tema, “Pertanian Berkelanjutan, Pangan, dan Biosistem Berbasis Komoditas Lokal dalam Revolusi Industri 4.0”. Dalam konferensi ini, panitia telah menerima 102 paper (makalah) dengan berbagai topik.

Nantinya, paper ini dibagi ke dalam 8 sesi diskusi paralel yang mencakup berbagai isu, seperti pertanian berkelanjutan, bioteknologi pertanian, keanekaragaman hayati, biomaterial dan bioindustri, kehutanan, pengelolaan limbah dan lingkungan, ilmu pengan, pengusaha dan komersialisasi, rantai pasok, dan peternakan.

Hadir sebagai keynote speaker Prof Indra Gunawan (Adelaide Universiti, Australia), Prof Miguel Elias (University of Evora, Portugal), Prof Peiqiang Yu (University of Saskatchewan, Canada), Prof Makoto Takahashi (Nagoya University, Jepang), dan Dr Ir Adi Djoko Guritno MSi (Chairman of Indonesian Association of Agro-Industri Technologist, Indonesia).[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru