DATA BMKG 17 November 2019
Putra Bireuen Ke Garuda Select Di Inggris

Baju Koko dari Ibu untuk Subhan

Baju Koko dari Ibu untuk Subhan

Subhan Pemain Bola asal Bireuen

HABADAILY.COM - SUBHAN meloncat kegirangan saat namanya masuk dalam salah satu nama pemain yang akan mengikuti program Garuda Select. 

Kesempatan langka yang tak ingin disia-siakan pemuda asal Bireuen itu. Iya, Rabu (9/10) lalu, remaja asal Desa Dayah Mesjid, Kecamatan Kutablang, Bireuen, beserta 17 rekannya sudah terbang ke Inggris.

Mereka akan mengikuti program Garuda Select selama sembilan bulan di negeri Pangeran Charles itu. 

“Alhamdulillah. Ini kesempatan langka yang tak boleh disia-siakan. Semoga Allah memberi kesehatan dan kekuatan sehingga bisa mengikuti sampai tuntas,” ungkap Subhan.

Subhan, saat ini tercatat sebagai pemain Barito Putra U-16. Di klub junior yang dilatih Gilang Ramadhan itu, Subhan cukup produktif dan atraktif dalam membantu timnya. 

Subhan yang juga adik kandung Nazarul Fahmi—pemain tim senior Barito Putra—itu acapkali merepotkan lawannya. Permainan remaja kelahiran 13 Mei 2003 terbilang apik saat beroperasi di sayap. Bagi Subhan, berangkat ke Inggris, seperti mengikuti jejak abang kandungnya. Sebab, Nazarul juga pernah berguru ke Arsenal Inggris selama satu tahun bersama tim Tunas Garuda.

“Cita-cita saya ingin bermain sepakbola di Eropa, alhamdulillah sekarang kami ikut pendidikan bola di sana. Semoga bisa bertahan di Eropa,” kata Subhan.

Subhan adalah putra bungsu pasangan H Safwandi dan Hj Hadisah. Remaja yang memiliki tinggi 170 Cm dan berat badan 55 Kg, sejak lima bulan lalu sudah bergabung bersama Barito Putra U-16 di Kalimantan Selatan. Selama membela klub Kota Banjar masin itu, karir Subhan terus melejit, sehingga ia pun harus pindah sekolah dari SMAN 1 Bireuen ke SMAN 12 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 
Rekam jejak karier Subhan tidak instan. Masa usia dini dan remaja, ia tercatat bersama SSB Banta Bina Kutablang, SSB Bijeh Mata Cot Raboe, dan SSB Putra Banna Peusangan. Setelah itu, Subhan membela SSB Posila Lhokseumawe dan SSB Putra Krueng Mane, Aceh Utara.

“Insya Allah, orang tua juga sangat mendukung kiprah saya di sepakbola,” tutur jebolan SMPN 1 Peusangan, Bireuen ini. Sang ibu Hadisah juga mengaku tak menyangka anaknya bisa berguru sepakbola ke Eropa. Karena itu terselip rasa bangga kepada putra bungsunya. Tapi, dia kerap mewanti-wanti sang putra.

“Pesan saya kepada orang tua sama juga seperti harapan masyarakat lainnya. Kita berdoa Subhan selalu sehat dan kuat dalam berlatih,” ujar Hadisah ketika dihubungi terpisah. Sebelum terbang ke Inggris, Hadisah sudah bertemu putranya di Jakarta. 

Sebab harus menandatangani surat persetujuan perwalian, sebab Subhan masih dibawah 18 tahun. Kepada Subhan, ia juga memberi petuah-petuah yang lazim dari seorang ibu buat anaknya.

“Yang paling penting saya ingatkan tak boleh lupa shalat. Ada saya bawa baju koko dan baju batik juga untuk di bawa ke Inggris,” ceritanya.

“Saya sudah ingatkan dia untuk terus berlatih dengan giat, tak boleh lalai dengan medsos juga tak boleh lupa shalat lima waktu,” ungkap Hadisah.

Dia, kata Hadisah sudah mengingatkan anaknya untuk selalu bersyukur dengan rahmat Allah.

“Skill bola yang ada itu hanya titipan Allah, makanya jangan lupa bersyukur dan tak boleh takabur,” ulasnya. “Cukup banyak anak-anak lain yang ingin belajar sepakbola ke Inggris ikut program Garuda Select, tapi belum punya kesempatan. 
Sedangkan Subhan sudah Allah beri kemudian, makanya jangan lupa terus bersyukur,” urai sang ibu mengingatkan.[]

Tulisan ini sudah tayang di HD Indonesia Edisi : 06  ( 15-31 OKTOBER 2019 ) 

Komentar
Terbaru